Memulai selalu menjadi langkah yang paling sulit dalam melakukan sesuatu. Ketika mengerjakan tugas atau presentasi bisnis misalnya, selalu sulit untuk mulai menghadap komputer dan memindahkan gumpalan gagasan yang sudah menggentayangi kepala kita. Saat ingin bersahabat dengan orang yang kita temui tanpa sengaja di bus kota atau kereta, selalu sulit untuk memulai pembicaraan. Namun, selanjutnya hampir sama: setelah memulai, semuanya akan mengalir begitu saja.
Memang menyakitkan jika kita hanya membicarakan dunia atau negeri kita yang hari ini yang masih penuh ketidakadilan. Namun, ketika kita percaya bahwa kita mampu melakukan sesuatu, maka jalan itu pasti ada. Tapi, tanpa segera memulai, kita takkan pernah menemukannya.
Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.
Betul itu mas Shofwan. Saya setuju banget deh! Adakalanya kalo mau mulai kenalan susahnya minta ampun. akan tetapi ketika sudah kenalan, toh semua mengalir begitu saja.
Di tataran yang lebih luas, rasanya sangat mudah untuk berkoar-koar tentang ketidakbecusan pemerintah mengelola negeri ini. Tapi, ketika kita diserahi suatu amanah untuk membenahi satu saja masalah negeri ini -ambil contoh: banjir-, maka kita pun kelimpungan. Masih mending kelimpungan, karena artinya dia mencoba. Namun, masalahnya, orang yang perbuatannya selaras dengan omongannya sangat sedikit. Tak usah melihat ke saya, karena saya pun salah satu diantara mereka yang begitu bingung untuk bagaimana memulai membenahi negeri ini.